NEW!

Incredible offer for our exclusive subscribers!

Readmore

NEW!

Incredible offer for our exclusive subscribers!

Readmore

6 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi di Hainan, Pulau Tropis Tanpa Visa

(Taufik Hidayat/cgwtravel.com)

Siapa bilang untuk merasakan suasana tropis seperti Bali harus terbang ke Indonesia? Kini, di ujung selatan Tiongkok, ada sebuah pulau yang menawarkan laut biru, pantai putih, dan bahkan “desa Bali”-nya sendiri — namanya Hainan (海南). Pulau ini sekarang jadi salah satu destinasi wisata paling menarik di Asia karena menawarkan bebas visa bagi wisatawan dari beberapa negara, serta koneksi langsung dari Hong Kong dan Makau.

Hainan memang sering dijuluki “Hawaii-nya China”, tapi belakangan pulau ini menemukan jati dirinya sendiri: memadukan alam tropis, budaya Buddhis, taman bunga, dan pesona urban modern. Dari kota pantai Sanya hingga ibu kota Haikou, berikut enam tempat wajib yang bisa kamu kunjungi kalau berlibur ke Hainan.


1. Dadonghai Beach, Sanya — Pantai Tropis dengan Suasana “Bali di China”

Kalau kamu ingin suasana santai di tepi laut dengan kafe, bar, dan deretan pohon palem, datanglah ke Dadonghai Beach di kota Sanya. Pantai ini adalah wajah tropis Hainan yang paling terkenal. Bentuknya melengkung seperti bulan sabit, air lautnya jernih, dan ombaknya tenang — sempurna untuk berenang, bersantai, atau hanya duduk menikmati sore.

Banyak turis Tiongkok menyebut Dadonghai sebagai “Ha su desa Bali” — Bali kecil di selatan China. Hotel-hotel di sekitar pantai pun meniru gaya arsitektur tropis Asia Tenggara, lengkap dengan musik gamelan dan menu nasi goreng di beberapa restoran.

Yang membuatnya menarik adalah aksesnya yang sangat mudah: hanya 10 menit dari pusat kota Sanya, jadi kamu bisa menikmati pantai tanpa harus pergi jauh dari hotel.

Waktu terbaik: sore menjelang matahari terbenam, ketika langit Sanya berwarna jingga dan laut berkilau seperti kaca cair.


2. Nanshan Temple dan Patung Kwan Im di Laut Selatan

Sekitar 40 kilometer dari Sanya berdiri kompleks kuil megah Nanshan Temple, rumah bagi salah satu patung Kwan Im (Guanyin) tertinggi di dunia. Tingginya 108 meter, berdiri di atas platform di tengah laut, seolah memandang ke arah samudra luas.

Selain tempat spiritual, kawasan ini juga menjadi taman budaya yang sangat indah. Jalan setapak di antara pepohonan bambu, aroma dupa, dan suara lonceng angin menciptakan suasana damai. Tak jarang wisatawan datang bukan hanya untuk berdoa, tapi juga untuk sekadar merenung dan menikmati panorama laut yang biru.

Ada filosofi menarik di sini: patung Kwan Im menghadap ke tiga arah — satu ke daratan, dua ke laut — melambangkan berkah untuk seluruh dunia. Bagi banyak pengunjung, ini bukan sekadar objek wisata, tapi pengalaman batin.


3. Yalong Bay International Rose Valley — Taman Bunga Mawar Terbesar di Asia

Kalau kamu ingin jeda dari pantai dan mencari tempat yang harum dan penuh warna, datanglah ke Rose Valley di Yalong Bay. Taman ini adalah surga bunga tropis, membentang seluas hampir dua ratus hektar, dan dikenal sebagai taman mawar terbesar di Asia.

Di dalamnya, kamu bisa berjalan di antara ribuan jenis mawar, bunga matahari, dan tanaman eksotik lain. Ada kafe-kafe kecil yang menjual teh mawar, parfum alami, hingga sabun buatan tangan.

Bagi penyuka fotografi, tempat ini seperti studio alam yang sempurna — setiap langkah menawarkan latar baru yang cantik.

Musim terbaik berkunjung adalah Februari hingga Mei, ketika bunga-bunga sedang mekar sempurna. Tapi bahkan di musim panas, tempat ini tetap menenangkan, dengan semilir angin dan aroma manis yang memenuhi udara.


4. Desa Bali (Bali Village), Sanya — Sentuhan Nusantara di Tanah Tiongkok

Inilah destinasi paling unik di Hainan: Desa Bali (巴厘村 / Bali Village) yang terletak tak jauh dari kawasan wisata Sanya. Dibangun sebagai simbol persahabatan dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Tiongkok, desa ini menggabungkan arsitektur, seni, dan suasana khas Bali.

Begitu masuk, kamu akan menemukan gapura batu mirip candi bentar, patung-patung penari, dan taman tropis dengan suara gamelan mengalun lembut di latar. Para penari lokal mengenakan kostum tradisional Bali, menampilkan tarian seperti Legong atau Kecak di panggung kecil setiap akhir pekan.

Di beberapa toko, kamu bahkan bisa menemukan kopi Bali dan kain batik — sesuatu yang membuat banyak pengunjung asal Indonesia tersenyum bangga.

Kehadiran desa ini menjadi jembatan budaya yang menarik, membuktikan bahwa tropis tak selalu berarti satu warna — bisa ada Bali di antara laut biru dan langit Hainan.


5. Kota Haikou — Perpaduan Tropis dan Kolonial

Berbeda dari Sanya yang turistik, Haikou sebagai ibu kota Hainan menawarkan pesona yang lebih urban dan historis. Kota ini memiliki kawasan tua bernama Qilou Old Street, dipenuhi bangunan kolonial berarsitektur arcade seperti di Penang atau Singapura, tapi dengan sentuhan China Selatan.

Kamu bisa berjalan kaki di antara toko-toko tua yang menjual camilan lokal, teh herbal, dan pernak-pernik khas pulau. Di sore hari, penduduk lokal duduk di teras kafe sambil menikmati kelapa muda segar — minuman khas Hainan.

Selain itu, Haikou juga memiliki pantai kota bernama Holiday Beach, tempat ideal untuk melihat matahari terbenam tanpa harus keluar jauh dari pusat kota.

Catatan kecil: jangan lewatkan kuliner lokal seperti Hainanese Chicken Rice versi asli atau sup kepiting khas Haikou. Rasanya lebih ringan dibanding versi Singapura, tapi segar dan wangi jahe.


6. Leiqiong Global Geopark — Menyusuri Jejak Gunung Berapi Purba

Masih di sekitar Haikou, ada destinasi alam yang mungkin belum banyak dikenal turis asing: Leiqiong Global Geopark, kawasan pegunungan vulkanik yang kini sudah tidak aktif. Dari puncaknya, kamu bisa melihat panorama kota dan laut biru di kejauhan.

Jalur setapaknya membawa kamu melewati gua lava, formasi batu aneh, dan vegetasi tropis yang tumbuh di tanah hitam bekas lahar. Tempat ini masuk daftar UNESCO Global Geopark, karena menyimpan nilai geologi penting sekaligus pemandangan menakjubkan.

Berjalan di sini terasa seperti menapaki waktu — dari masa bumi yang masih muda hingga zaman sekarang. Tak banyak tempat di Asia yang bisa memberikan pengalaman seperti ini dalam satu perjalanan.


Menutup Perjalanan: Dari Laut ke Langit Hainan

Dari pantai hingga gunung, dari bunga hingga dupa, dari Bali ke Kwan Im — Hainan adalah perpaduan aneh tapi indah dari tropis, spiritual, dan modern. Dalam satu pulau, kamu bisa bersantai di tepi laut, mencicipi teh mawar, mengunjungi kuil Buddha, lalu menonton tarian Bali tanpa meninggalkan Tiongkok.

Dan yang paling menggembirakan: wisatawan Indonesia bisa masuk Hainan tanpa visa untuk kunjungan singkat, terutama melalui bandara Sanya atau Haikou. Jadi, kalau kamu ingin mencoba sesuatu yang familiar tapi tetap asing, datanglah ke Hainan.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.