Selama puluhan tahun, para arkeolog telah menggunakan teknologi canggih untuk meneliti piramida Mesir—berharap dapat memahami bagaimana struktur raksasa tersebut dibangun lebih dari 4.000 tahun yang lalu. Namun, meskipun penelitian demi penelitian telah dilakukan, tetap masih ada pertanyaan tentang tata letak internal keajaiban Mesir Kuno ini.
Kini, dengan menggunakan metode pemindaian non-invasif, para peneliti telah mendeteksi fitur-fitur tersembunyi di dalam piramida ketiga terbesar di Giza, Piramida Menkaure, yang dapat memberikan wawasan berharga tentang bagaimana para pembangun Mesir Kuno mengatasi tantangan yang luar biasa pada masa silam. Bukan hanya karena piramida ini terlihat berbeda akibat retakan besar di salah satu sisinya yang disebabkan oleh upaya pembongkaran abad pertengahan yang gagal, tetapi sisi timurnya juga memiliki area granit yang halus dan mengkilap secara tidak biasa, mirip dengan finishing yang ditemukan di pintu masuk utara piramida.
Pada tahun 2019, ketertarikan ini mengarah pada hipotesis bahwa piramida tersebut menyimpan pintu masuk tersembunyi. Berdasarkan ide tersebut, tim gabungan dari Universitas Kairo Mesir dan Universitas Teknologi Munich Jerman baru-baru ini melakukan pemindaian baru sebagai bagian dari proyek ScanPyramids. Mereka berhasil memvisualisasikan apa yang tampaknya merupakan “ruang kosong yang terisi udara” di balik bagian batu yang dipoles menggunakan beberapa metode pemindaian non-invasif. Sebelum penemuan terbaru tentang “ruang kosong berisi udara,” para arkeolog yang terlibat dalam proyek ini telah menemukan beberapa ruang serupa lainnya, termasuk ruang tersembunyi sepanjang 100 kaki yang ditemukan di dalam Piramida Besar Giza pada tahun 2017, serta koridor sepanjang 30 kaki pada tahun 2023.



