Liujiang merupakan distrik yang berada di kawasan karst alam Guangxi yang tersohor dengan aliran sungai serta persawahannya. Dalam beberapa tahun terakhir, distrik ini telah memanfaatkan industri pedesaan yang berkembang pesat dan ekonomi pertanian yang dinamis untuk mengembangkan bisnis pariwisatanya. Pada tiga kuartal pertama tahun ini, Distrik Liujiang menerima total 5,9975 juta kunjungan dengan pendapatan pariwisata mencapai sebesar 6,006 miliar yuan (850,26 juta dolar AS), naik secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Rupanya warga lokal telah menyadari potensi alam dan pedesaan mereka yang bernilai lebih. Bukan hanya untuk kawasan pertanian, tapi juga untuk pariwisata. Dengan kemunculan inisitif-inisiatif kelompok warga lokal, terbentuklah model-model pariwisata berbasis alam. Pemuda-pemuda setempat mengativasi sejumlah lahan yang sebelumnya tidak dikelola menjadi taman-taman rekreasi. Cara-cara pengelolaan dan modal yang dilakukan secara swadaya dan kebersamaan dinilai akan lebih efektif dan berkesinambungan daripada menunggu dibentuk oleh pemerintah.
Desa-desa petani di Liujiang semisal Baipeng, Silang, dan Jilong yang sebelumnya sepi dan tanpa geliat berarti, sekarang memiliki taman-taman tematik yang memadukan alam dan teknologi terkini. Warga setempat tidak hanya mendapatkan arena untuk bersantai dan menghibur diri, namun juga menerima kunjungan dari luar wilayah mereka. Tentu saja, hal ini juga memicuh munculnya tawaran-tawaran wisata penunjang, misalnya kuliner di pondok tepi sungai atau workshop memasak di dekat persawahan, yang memancing banyak peminat dari kota.
Dengan munculnya pergerakan di desa-desa ini, membuat pariwisata di Guangxi menjadi lebih beragam. Tidak semata-mata melihat pemandangan pegunungan karst dan naik rakit menyusuri sungai yang selama ini sudah sangat identik dengan wilayah tersebut.



