NEW!

Incredible offer for our exclusive subscribers!

Readmore

NEW!

Incredible offer for our exclusive subscribers!

Readmore

Jauh-Jauh ke Yufuin, Ketemu Bemo Penuh Nostalgia

Setelah sarapan pagi di hotel, dengan tiket Yufuin no Mori ke Beppu dan Aso Boy ke Aso sudah di tangan, kami mendapati diri masih memiliki setengah hari yang longgar. Danau Kirin sudah kami datangi, onsen sudah kami rasakan. Tinggal satu ikon Yufuin yang rasanya sayang dilewatkan—Yufuin Floral Village, yang semalam sempat kami intip, tapi sudah […]

Omah UGM, Rumah Pesik, Langgar Dhuwur di Gang Soka”

Dari Kipo Bu Djito, sepeda saya arahkan berbelok masuk ke gang sempit yang akrab disebut warga sebagai Gang Soka. Gang ini tampak tenang pagi itu, tidak menawarkan sensasi apa pun selain keteduhan yang terasa jujur. Di mulut gang, ada dinding berwarna kuning muda dan beberapa petunjuk. Namun yang paling mencolok justru grafiti pada tembok kusam […]

Bersepeda ke Kota gede : Siapa Takut!

Pagi itu Yogya baru saja menggeliat. Tahun 2025 tinggal dua hari lagi berganti. Walau masih pagi, Pasar Ngasem sudah sangat ramai. Karena itu sepeda saya gowes ke arah timur, keluar dari kawasan Jero Beteng lewat Jalan Brigjen Katamso, lalu bergerak ke selatan, dan kembali berbelok ke timur melalui Jalan Kolonel Sugiyono dan Menteri Supeno. Tujuan […]

Melintasi Waktu di Museum Dr. YAP

Kunjungan tak sengaja itu rupanya membuka kotak pandora sejarah yang lama tertutup rapat. Peran etnis Tionghoa dalam fondasi kesehatan di Indonesia—khususnya di Yogyakarta—kerap menjadi sejarah yang sunyi. Ia jarang dibicarakan, nyaris tak dirayakan, padahal kontribusinya begitu besar dan menentukan. Pagi itu, saya bersepeda menyusuri jalanan Yogyakarta seperti biasa. Berangkat dari kawasan Tamansari, tujuan awal saya […]

Di Antara Sumur Gumuling dan Pohon Mangga di Museum Pleret

Setelah berkendara sekitar tiga puluh menit dari kawasan Alun-alun Kidul, kami akhirnya tiba di Pleret. Tujuan utama siang itu adalah Museum Purbakala Pleret, sebuah tempat yang sejak lama ingin saya kunjungi, namun entah mengapa selalu tertunda. Sesampainya di depan museum, sempat muncul rasa ragu. Tidak tampak area parkir seperti museum pada umumnya. Ternyata kendaraan harus […]

Menyusuri Rangkasbitung, Mencari Multatuli yang Ditinggalkan

Perjalanan di Rangkasbitung dilanjutkan dengan berjalan kaki, meninggalkan Museum Multatuli dengan perasaan riang. Siang itu matahari terasa ramah, bahkan seperti malu-malu menampakkan diri. Udara tidak terlalu panas, cukup bersahabat untuk sebuah perjalanan yang diniatkan sebagai jalan sejarah, bukan sekadar wisata. Mbak Mutiah memimpin pasukan. Saya dan teman-teman lain mengikuti dari belakang, menjaga jarak sambil menikmati […]

Max Havelaar, Tuduhan yang Belum Usai di Rangkasbitung

Pukul delapan lewat delapan menit, KRL dari Bekasi akhirnya merapat di peron 1 Stasiun Tanah Abang. Stasiun yang dulu serba sesak kini tampak megah, luas, dan bertingkat. Hari itu saya ikut kegiatan Clickompasiana bersama Kreatoria, tujuan kami sederhana namun menggerakkan rasa: jalan-jalan ke Rangkasbitung untuk mengunjungi Museum Multatuli. Di lantai atas saya bertemu Mbak Mutiah […]

Tradisi “Takbiran” Menyambut Natal dan Tahun Baru di Makau

Dibandingkan dengan Hong Kong, Makau memang selalu berada di posisi kedua, kecuali jika ditinjau dari sudut historis, keantikan, dan beberapa keunikan budayanya. Makau telah menjadi koloni Portugis sejak abad ke-16, jauh lebih tua dibandingkan Hong Kong yang baru menjadi koloni Inggris pada pertengahan abad ke-19. Salah satu warisan unik yang masih dipertahankan hingga kini adalah […]

Asyiknya Bermain dengan Rusa di Nara

Habis makan siang di restoran India–Nepal Lumbini, perut terasa hangat dan kenyang. Aroma rempah dan nasi berbumbu masih menempel di lidah. Rasanya kami sudah punya energi cukup untuk kembali menjelajah Nara. Dari Stasiun Kintetsu Nara kami menyeberang menuju halte bus berhias ilustrasi rusa dengan huruf besar berwarna biru: “I” untuk Information. Di sampingnya berdiri peta […]

Kaum Pelangi di Martim Moniz: Sebuah Malam di Lisboa

Hari itu ditutup dengan cara yang tak saya duga. Seharian berjalan kaki menyusuri bukit-bukit Lisboa telah membuat betis saya protes, tapi hati tetap ingin terus melangkah. Trem kuning masih sesekali naik turun bukit, menyeret roda-rodanya perlahan seolah menikmati rute yang sama selama puluhan tahun. Dari sebuah miradouro, saya duduk memandangi kota senja, menyeruput kopi hangat […]